Perjalanan yang penuh dengan peluh dan ngos-ngosan yang ditempuh oleh kami bertiga (Dinot, Merot, Bawel Leto) ke air terjun Nung-Nung. Memang itu adalah perjalanan kami yang pertama ke sana. Sudah barang tentu, yang jadi supir kebanggaan adalah si Bawel Leto yang berdua lainnya tetap penumpang yang baik hati. Perjalanannya sebenarnya tidak memakan waktu yang lama, sekitar 1 jam setengah melewati kota Denpasar lalu ke arah Sangeh kemudian menuju ke Plaga. Tampak sekali sebenarnya keasrian dari desa sekitarnya, cuma agak disayangkan dengan kondisi objek wisata air terjun Nung Nung. Sampah bertebaran di mana-mana, setiap pondoknya penuh dengan tulisan-tulisan. Yang menjadi perhatian saya adalah kondisi anak tangga dan pegangannya yang sudah banyak rusak termakan oleh waktu. Mungkin karena minimnya kunjungan dari turis sehingga tidak adanya dana untuk merehabilitasi. Untuk turun ke lokasi dar tempat parkir mobil, kita membutuhkan waktu 20-25 menit. Sebenarnya bisa lebih cepat kalau tidak...
Comments