Posts

Nafsu atau Keinginan .....

Apakah Kesunyataan Mulia Kedua? Kesunyataan Mulia Kedua menyatakan bahwa penderitaan disebabkan oleh nafsu atau keinginan . Hal ini tidak sulit untuk dibuktikan. Marilah kita tinjau penderitaan yang bersifat batiniah. Apabila kita menginginkan sesuatum namun tidak mampu memperolehnya, kita merasa frustasi. Apabila kita menghendaki seseorang berbuat sesuai dengan harapan kita, namun ternyata tidak terpenuhi, kita merasa kecewa. Ketika kita menginginkan seseorang untuk menyukai kita, tapi ternyata tidak, kita akan sakit hati. Bahkan bila kita menginginkan sesuatu dan bisa memperolehnya, ini juga tidak selamanya membawa kebahagiaan, sampai suatu saat kita merasa bosan/jenuh, kehilangan daya tarik, dan mulai menginginkan hal-hal yang lain. Sederhana saja. Kesunyataan Mulia Kedua mengatakan bahwa mendapatkan apa yang kita inginkan tidak menjamin tercapainya kebahagiaan. Daripada terus memaksakan keinginan kita, cobalah membatasi keinginan kita. Nafsu dan keinginan hanya akan menghilangkan ...

Papa......

Ehm.... Saya mempunyai seorang Papa, yang saya anggap itu terlalu otoriter.... Selalu ada jarak antara Beliau dengan anak-anaknya. Kami tumbuh dengan memiliki sebuah image, kalau figur seorang Papa itu sangatlah menakutkan. Tapi siapa yang menyangka Leo hari ini adalah Leo hasil didikan Beliau. Dari dulu saya terus memberontak. Selalu mencari pelarian, Setelah saya melihat ke belakang, seperti pengalaman saya, dimana saya bisa jadi seorang Penyiar Radio dulunya...itu tanpa sadar saya telah di-godok sebelumnya... saya selalu ditantang oleh Papa untuk bisa dan berani berbicara. Kemudian menjadi MC, dan banyak pengalaman-pengalaman menarik yang saya alami sampai detik ini. Syukur ! itulah yang saya selalu ucapkan untuk berterima kasih. Dari keempat anak-anaknya, cuma saya yang berani memberontak. Maklum, kalau dipikir-pikir, saya mewarisi kekeraskepalaan Beliau. Papa saya sebenarnya butuh teman untuk bicara. Tapi apa daya, saya tidak suka berada di kampung halaman. Jadi kalau saya pulang,...

...

I ni ada teman saya, Merry... bliau menanggapi tentang tulisan saya yg bertajuk "tanha". Inilah komentarnya.... Dan ingin menantang balik dengan satu pertanyaan lagi.... Lalu keinginan untuk tak memiliki keinginan apakah bukan sebuah keinginan ??? Lalu kebebasan itu sampai kapan tak mengikat lagi dengan keinginannya ??? Salahkah keinginan itu ? Salahkan ?? Tapi g suka pointnya , kadang karena kebodohan lantas menyalahkan orang lain untuk apa yang terjadi pada diri sendiri........ Hanya kehendak dan keinginan... bilakah itu tak mengikat diri pada nafsu ??? Ingat... bagaimana kita bisa terbebaskan..jikalau kita masih memikirkan hal tersebut ? terus terikat dengan "keinginan" itu.... Mencari-cari.... trus mencari... kapan bisa keluar dari kungkungan ini ?

light

" Many seek illumination by lighting up a lamp, when the true light is within ourselves. " Master Cheng Yen

Tanha...

Tanha... artinya adalah "Keinginan / Kehendak" Perkataan ini sering kita dengar dalam ajaran salah satu agama yang lahir dari Negeri India. Berbicara tentang "Tanha" sebenarnya sangat sederhana. Kalau di dalam pikiran setiap makhluk telah muncul "Tanha" maka keterikatan akan muncul. Keterikatan muncul, maka Karma-pun muncul. dengan itu, kebebasan tidak akan dapat diraih. Sebagai contoh kasus, Kadang-kadang kita itu menyalahkan orang lain atas semua hal yang terjadi pada diri kita. Kesedihanpun akan muncul. Bukan hanya itu, kemarahan, keirihatian, dan kebodohan pastilah menyerang kita. Tapi tahukah kita, itu semua berasal dari diri kita sendiri. Kadang-kadang orang akan mengalami masa-masa sulit dan kemudian merasa putus asa, lalu menyalahkan dunia atau orang lain atas semua yang terjadi. Apakah hal-hal tersebut muncul begitu saja kepada diri kita ? Sebuah pertanyaan yang mungkin jarang kita tanyakan pada diri kita. Hukum sebab akibat itu adalah hukum unive...

Sharing time...

Maybe it's my time to share a little bit of my life. I'm the 2'nd kids in my family. I have 1 elder brother, 1 younger brother, and 1 little sister. What for sure is..although I'm a Chinese-Indonesian, I can speak chinese (hokkianese) when I was 7 years old. I was being taken care by a javanese maid, so everyday I just speak Indonesian since I was borned. My folks were very busy with their own business. But after years, I started my education by entering the private school's kindergarden which most of the students were chinese, event the teachers were. From that on, I learn to speak chinese cause I had to. That time I was just like an alien there. Can you guys amagine it? Actually I'm a home guy, never like to go out. I learn lots of thing by watching the TV. I learn English and Mandarin from TV. And I like music a lot.. Read books.. About reading books.. When I was a kid, everytime I saw a thick book, I would become so lazy to read.... I started to read detecti...

Foto

Image
Wah... maaf ya... Saya baru ingat kalo saya itu ngak naruh foto saya.. Kan ada pepatah..Tak Kenal Maka Tak Sayang.. Foto ini diambil sewaktu saya dan teman-teman kolega jalan-jalan ke Nusa Dua Beach..tepatnya di area Water Blow..