Posts

Saran Temanku

Image
Tepatnya dua hari yang lalu, diri ini menghubungi temanku yang ada jauh di sana. Diri ini bertanya apa sebenarnya yang harus diri ini lakukan. Sekedar bertukar pikiran saja. Jauh di dalam hati ini, diri ini sadar akan kemunduran yang terjadi. Memutuskan untuk berhenti dan tidak mau terlibat lagi dalam suatu bagian yang sangat diri ini cintai adalah sebuah pengorbanan. Tetapi ini harus dijalani karena merasa diri yang kecil dan belum adanya kesepahaman dalam berbuat. Diri ini mencoba dan mencoba tapi tak kunjung ada hasil. Semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Apa gunanya berjuang sendiri dan tidak menentu. Lebih baik mundur dengan tidak meninggalkan jejak yang kurang baik di belakang. Apa artinya sebuah jabatan dan warna serta lambang pada baju ini? Tetapi temanku yang jauh di sana menyarankan, jangan sampai orang-orang lain berprasangka buruk terhadap diriku ini. Diriku menjawab, diri ini tidak berbuat jelek apapun, malahan sudah membantu banyak sehingga dalam setahun terakh...

Tanggung Jawab

Image
Bangun di hari Minggu ini bukan untuk bersantai-santai menghabiskan akhir pekan. Kerjaan menunggu, memastikan semuanya berjalan lancar. Inilah yang menjadi tanggung jawab. Tanggung jawab yang dalam kamus diartikan seperti ini : tang·gung ja·wab n 1 keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb) Terkesan cukup seram tetapi itulah resiko jabatan. Yang membuat kita beda dari yang lain adalah tanggung jawab yang kita miliki.

Menjadi diri seorang "amfibi"

Kata "amfibi" sering kita dengar di pelajaran IPA sewaktu masih duduk di bangku SD. Sebuah pertanyaan yang muncul di benakku adalah haruskan kita semua menjadi seorang amfibi ? Bisa hidup di dua alam yang berbeda. Alih-alih mempresepsikan dua alam itu yakni alam roh dengan alam manusia. Dua alam ini dipresepsikan menjadi dua kondisi yang berbeda dalam hidup kita. Terkadang kita harus bersandiwara, sewaktu harus muncul atau berada di tempat yang notabene kita sendiri juga tidak suka. Menjadi orang lain, itu lebih tepatnya. Tindakan seperti itu mungkin kita lakukan demi seribu satu alasan. Bisa saja karena untung membuat orang lain seperti atasan kita senang atau itu semua demi keuntungan pribadi. Bagi yang belum terbiasa dengan kebiasaan tadi, mungkin akan merasa pergolakan dalam hati mereka. Tapi apa boleh buat ini harus menjadi bagian dari diri kita dalam kenyataan hidup ini. Tapi bagaimanapun juga, ini adalah sebuah pilihan hidup. Apa yang terjadi pada diri kita adalah pil...

Muncul Lagi

Pikiran ini muncul kembali setelah beberapa waktu sudah ku atasi. Tapi apa daya... Terkadang kondisi yang memaksa harus menjadi begini. Sudah cukup ... Itu yang senantiasa terlintas dipikiran. Capek... Itu juga yang membuatku menetapkan niat untuk bisa meninggalkan ini semua.

12 Penderitaan

Parabahva Sutta 1. Orang yang sejahtera mudah diketahui, orang yang menghadapi penderitaan mudah pula diketahui. Orang yang mencintai Dhamma akan sejahtera dan orang yang mengingkari Dhamma akan mengalami penderitaan. 2. Ia mencintai orang-orang jahat dan tidak berbuat sesuatu yangmenyenangkan orang baik-baik, tetapi menyenangi kejahatan dan tipu muslihat, inilah sebab penderitaan. 3. Orang yang senang tidur, senang pergaulan yang foya-foya, malas, mudah tersinggung, tidak bersemangat, inilah sebab penderitaan. 4. Orang yang berada dalam keadaan makmur, tetapi tidak menyokong ibu atau ayahnya yang telah tua dan lemah, inilah sebab penderitaan. 5. Ia yang dengan berbohong, menipu seorang brahmana atau samana, atau para suci lainnya, inilah seba penderitaan. 6. Orang yang memiliki kekayaan yang berlimpah-limpah (emas dan makanan), namun ia hanya memakainya untuk dirinya sendiri tanpa membagikannya pada orang lain (yang membutuhkannya), inilah sebab penderitaan. 7. Orang yang merasa sombo...

Dukun oh Dukun

Tidak habis pikir, kenapa ada saja orang yang menggunakan jasa dukun untuk bisa mencapai tujuannya. Apakah untuk bisa mencapai tujuan itu harus sesingkat itu ? Mungkin saja, apa karena kurang percaya diri atas kemampuan yang dimiliki makanya mencari sebuah jalan pintas. Kalau tidak mampu, berusahalah dengan tekun dan terus belajar. Yang dipikir adalah hanya masa sekarang, untuk kesenangan sesaat. Tidak pernah memikirkan apa dampak di masa yang akan datang.

Bingung

Terkadang agak membingungkan juga kalau dihadapkan dengan pengambilan keputusan. Banyak yang menjadi pertimbangan. Pertimbangan demi pertimbangan selalu menghantui. Aduh, apa yang harus kuperbuat ? Semuanya terasa ngambang ... Begitu banyak godaan yang mungkin akan membuatku kembali ke semula dan tidak berani untuk maju. Memang apa yang didapat sekarang adalah sudah cukup, tapi sebuah suara hati tetap berteriak, apakah ini yang kamu mau ??? Dirimu yang dulunya penuh dengan api semangat, sekarang sudah mulai redup. Semoga diriku diberi kekuatan untuk menentukan masa depanku.