Popular posts from this blog
Nung Nung oh... Nung Nung
Perjalanan yang penuh dengan peluh dan ngos-ngosan yang ditempuh oleh kami bertiga (Dinot, Merot, Bawel Leto) ke air terjun Nung-Nung. Memang itu adalah perjalanan kami yang pertama ke sana. Sudah barang tentu, yang jadi supir kebanggaan adalah si Bawel Leto yang berdua lainnya tetap penumpang yang baik hati. Perjalanannya sebenarnya tidak memakan waktu yang lama, sekitar 1 jam setengah melewati kota Denpasar lalu ke arah Sangeh kemudian menuju ke Plaga. Tampak sekali sebenarnya keasrian dari desa sekitarnya, cuma agak disayangkan dengan kondisi objek wisata air terjun Nung Nung. Sampah bertebaran di mana-mana, setiap pondoknya penuh dengan tulisan-tulisan. Yang menjadi perhatian saya adalah kondisi anak tangga dan pegangannya yang sudah banyak rusak termakan oleh waktu. Mungkin karena minimnya kunjungan dari turis sehingga tidak adanya dana untuk merehabilitasi. Untuk turun ke lokasi dar tempat parkir mobil, kita membutuhkan waktu 20-25 menit. Sebenarnya bisa lebih cepat kalau tidak...
Merubah orang lain ???
Itulah pertanyaan yang muncul di pikiran saya. Mencoba untuk merubah orang lain, segampang itu kah ??? Keterlibatan saya di sebuah yayasan sosial internasional membuat saya sering dijadikan MC (master ceremony) di setiap kesempatan, yang sudah pasti skalanya kecil. Di sana saya selalu melontarkan dan memperkenalkan adanya sebuah budaya yang menitikberatkan "Bersyukur, Menghargai, Menyayangi" dan "Puas diri, Tenggang Rasa, Memaafkan" Sangat mudah sekali setiap saya mengucapkannya itu. Tapi dalam hal berbuat, semudah itu kah ? Sangat sulit. Sampai detik ini saya mencoba berkomitmen untuk berusaha tidak membenci orang lain. Tapi bagaimana dengan orang yang terlanjur saya tidak suka atau saya benci ? Saya tidak bisa kembali membina hubungan yang baik seperti dahulu kala. Yang bisa saya lakukan hanyalah membuat segala sesuatu itu netral, tidak membenci atau menyayangi. Kalau menyuruh saya kembali seperti dulu lagi....ngak mungkin. Yang pasti saya sekarang selalu berdoa ...
Comments