Perjalanan yang penuh dengan peluh dan ngos-ngosan yang ditempuh oleh kami bertiga (Dinot, Merot, Bawel Leto) ke air terjun Nung-Nung. Memang itu adalah perjalanan kami yang pertama ke sana. Sudah barang tentu, yang jadi supir kebanggaan adalah si Bawel Leto yang berdua lainnya tetap penumpang yang baik hati. Perjalanannya sebenarnya tidak memakan waktu yang lama, sekitar 1 jam setengah melewati kota Denpasar lalu ke arah Sangeh kemudian menuju ke Plaga. Tampak sekali sebenarnya keasrian dari desa sekitarnya, cuma agak disayangkan dengan kondisi objek wisata air terjun Nung Nung. Sampah bertebaran di mana-mana, setiap pondoknya penuh dengan tulisan-tulisan. Yang menjadi perhatian saya adalah kondisi anak tangga dan pegangannya yang sudah banyak rusak termakan oleh waktu. Mungkin karena minimnya kunjungan dari turis sehingga tidak adanya dana untuk merehabilitasi. Untuk turun ke lokasi dar tempat parkir mobil, kita membutuhkan waktu 20-25 menit. Sebenarnya bisa lebih cepat kalau tidak...
Comments
Cukup bila bisa buat orang tersenyum bahagia dengan apa yang kita mampu buat
dengan tenaga atau dana atau kata atau suport lain....
dengan harapan semua bahagia
g rasa tak ada yang terlalu sia sia
yang pasti seh g thx banget ya elo dah mo temeni g en sodara g jalan jalan :P juga buat banyak deh klu ditulis seh namanya bukan komen lagi tapi post...
yang pasti jangan membagi hidup dalam kotak kotak waktu, hidupmu adalah pekerjaanmu dan pekerjaanmu adalah pada semesta dan bukan pada kotak kotak berlabel perusahaan...
so doing something good for other , g rasa juga pekerjaan yang baik dan berharga
(nyambung nga ya sama topik :P)